.: | LIFE is either a daring adventure or nothing | moga ALLAH redha | :.

Followers

This is Me ..

My photo
ALLAH memilih kita untuk menerima kesusahan, supaya suatu saat kita boleh menyuarakan "Kekuasaan" ALLAH.. | hanya hamba hina, yang masih mencari cinta teragung, cinta sempurna.. cinta ALLAH |

Tuesday, November 20, 2012

Ilmu dan Hidayah umpama Hujan



Assalamualaikum wbt ... =)



Ilmu dan Hidayah itu ibarat hujan lebat yang melimpahi bumi manakala manusia itu ibarat tanah di muka bumi ini. Rasulullah saw pernah memberikan analogi ini dalam hadisnya yang sahih pada hadis riwayat Bukhari no. 79 & hadis riwayat Muslim no. 6093.

Bagaimanakah hujan itu boleh diumpamakan sebagai ilmu & hidayah? Apa significant hujan yang menjadikan ia boleh diumpamakan sedemikian? Apakah indikator yang mampu dijadikan bukti hujan itu boleh diumpakan sebagai ilmu & hidayah? Kita boleh utarakan pelbagai soalan apabila seseorang mengeluarkan sesuatu hujah yang kita mungkin tak faham ataupun mungkin kita tak berapa setuju. Tapi hakikatnya ini analogi yang diberikan oleh Rasulullah saw. Jadi mari kita telusuri apakah yang dapat dikaitkan. Andai diumpamakan manusia dengan tanah itu memang sangat logik atas dasar manusia itu sendiri dijadikan daripada tanah. Kecuali bagi yang berfahaman darwinisme mungkin tak bersetuju kerana bagi mereka manusia itu berasal daripada beruk..

Jadi untuk dapatkan lebih kefahaman apakah manfaat hujan kepada bumi? Sudah tentu hujan ini banyak manfaatnya kepada bumi ini. Turunnya hujan memberi manfaat yang banyak kepada muka bumi ini dengan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dan menghijaukan muka bumi ini. Dengan air hujan ini juga wujudnya kawasan tadahan air yang menjadi sumber air manusia. Dengan air hujan yang turun ini juga manusia beroleh manfaat air itu sendiri. Oleh itu sangatlah banyak manfaat hujan itu pada manusia. Daripada huraian nie rasanya mungkin dah faham dah kot. Or kalau tak dihuraikan pun mungkin ramai dah faham. Maklumlah, manusia sekarang tahap intelektualnya tinggi. Tak perlu hurai banyak dah faham. Tak perlu diajar pun dah boleh faham. Tapi jangan pula rasa bangga diri dengan nikmat kelebihan yang ada itu kerana walau ada kesombongan walaupun sebesar biji sawi dalam hati kita maka kita tidak akan masuk syurga. Itu hadis ye..bukan direka-reka.



Sabda Rasulullah saw :

"عن عبد الله بن مسعود قال قال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنًا قَالَ إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ اَلْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وّغَمْطُ النَّاسِ"

Maksudnya :  Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan masuk kedalam surga, seseorang yang didalam hatinya terdapat kesombongan (takabur) seumpama biji sawi.” Seorang laki-laki bertanya :”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” Nabi menjawab : “Sesungguhnya Alla itu Indah, Dia menyukai keindahan. Kesombongan itu menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.”


Berbalik kepada topik asal kita tentang hujan yang diumpakan sebagai ilmu & hidayah dan tanah yang diumpakan dengan manusia. Sabda Rasulullah saw:


"Dari Abu Musa ra, dia berkata : “Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya perumpamaan ilmu dan hidayah yang aku bawa seperti air hujan yang menimpa bumi. Di antara bumi ini ada yang kelompok yang baik, dia menerima air lalu menumbuhkan rumput yang banyak, di antaranya juga ada yang gersang (cadas), dia bisa menahan (menadah) air, sehingga bisa dimanfaatkan oleh manusia, manusia bisa minum, mengairi (tanaman) dan bisa menggembala. Dan air hujan itu juga mengenai bagian bumi yang lain yaitu lembah yang tidak bisa menahan air dan tidak bisa menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang paham tentang agama Allah (Islam), dia mendapatkan manfaat dari apa yang aku bawa, dia tahu lalu mengajarkannya. Dan perumpamaan orang yang tidak memperdulikannya sama sekali dan tidak menerima hidayah dari Allah yang aku bawa." 
(HR. Bukhari- Muslim)



Jadi daripada cerita hujan tadi, rupanya hadis Rasulullah saw nie ceritakan tentang perumpamaan manusia yang ada 3 jenis semuanya :
  1. Manusia yang ibarat tanah yang subur dan sihat yang mana menumbuhkan pokok-pokok, rerumput dan lalang-lalang apabila menerima air hujan. Dalam erti kata lain dia mengambil manfaat daripada ilmu itu serta mengamalkannya tetapi bukan setakat itu saja, dia mampu memberikan manfaat itu kepada orang lain pula. Inilah golongan yang diberikan ilmu & hidayah oleh Allah swt lalu dimanfaatkan dan kesannya dapat kepada orang lain.
  2. Manusia yang ibarat tanah gersang yang tidak menumbuhkan tanaman tapi menakung air sepertimana kolam yang ditakungi air. Maka air ini memberi manfaat kepada orang lain yang dapat menggunakan air itu untuk membersihkan diri, menghilangkan dahaga dan sebagainya. Jadi inilah pula golongan yang mana menerima ilmu & hidayah daripada Allah cumanya mungkin mereka tidak begitu mengambil manfaat dari pemberian tersebut atau mungkin juga ilmu yang mereka pelajari itu tidak cukup memberi kesan kepada mereka. Namun mereka tetap mampu memberi manfaat kepada orang lain dengan menyampaikan ilmu kepada orang lain. Ini juga golongan yang baik kerana dengan menyampaikan ilmu itu juga ada sahamnya di akhirat kelak.
  3. Golongan ketiga inilah yang patut kita elakkan. Golongan ini diibaratkan seperti tanah yang tak mampu menakung air & tak subur serta tak sihat. Tak ada tumbuhan yang tumbuh darinya & air pun tak diserap & ditakung oleh tanah tersebut. Inilah golongan manusia yang menolak ilmu & hidayah daripada Allah lalu tidak pula ada manfaatnya kepada orang lain.

Untuk bermuhasabah, renung-renungkanlah kita ini pada tahap yang mana?



Jadi Rasulullah saw 'conclude'kan hadis tersebut dengan sabdanya  :

"......Itulah perumpamaan orang yang paham tentang agama Allah (Islam), dia mendapatkan manfaat dari apa yang aku bawa, dia tahu lalu mengajarkannya. Dan perumpamaan orang yang tidak memperdulikannya sama sekali dan tidak menerima hidayah dari Allah yang aku bawa."


Oleh itu sentiasalah berebut-rebut & berlumba-lumba dalam mencari ilmu & amalkanlah ilmu yang kita peroleh itu. Boleh jadi ilmu itu kita dapat melalui bacaan atau kuliah atau mungkin juga daripada pengalaman hidup kita sendiri. Jadi kongsikanlah ilmu-ilmu ini kepada orang lain seperti mana para ulama' berkongsi ilmu mereka kepada kita. Andai para ulama' tidak berkongsi ilmu ini, maka keseluruhan manusia ini mungkin akan berada dalam kesesatan yang nyata. Jadi, hargailah usaha ulama' kita membukukan ilmunya di dalam kitab-kitab mereka dan jadikanlah ilmu-ilmu ini sebagai sumber kekuatan kita untuk menjadi Muslim secara Total. 




# Pray for Palestine, Syria, Rohingya. They need our du'a. Tembakkan doa sebanyak mungkin, mengatasi tembakkan peluru-peluru zionis laknatullah. Hasbunallahu wa ni'mal wakil .... 





♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Thursday, September 13, 2012

Take Note



Assalamualaikum wbt 






Pakaian menentukan "first impression" orang dekat kita. 







♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Diam Itu Mengundang Seribu Kebaikan


Assalamualaikum wbt .. 



Manis bicara indah tutur kata 
Tak seindah rupa pengertiannya 
Lembutnya lidah mengata nista 
Lidah yang tiada bertulang 
Mengadu domba 
Serta memfitnah sesama saudara 

Terkadang aku berfikir sendirian 
Perlukah amarahku dibiar terus menyala 
Membakar membara dengan rasa bangga 
Mencela mereka dengan kata-kata 

Kata ibarat pedang 
Yang tajamnya bisa membunuh lawan 
Kata-kata yang berhikmah 
Menyedarkan kita 

Kata madah pujangga 
Bisa menjadi pedoman manusia 
Jagalah bahasa kata kita 
Jangan disalah guna 

Yang merah itu saga 
Yang kurik itu kendi 
Yang indah itu bahasa 
Yang cantik budi pekerti 

Terkadang aku mentaksir manusia 
Kurniaan Tuhan telah banyak dikhianati 
Mencerca, menghina, dustanya bicara 
Menyusun nista dengan kata-kata 

Terlajak perahu masih boleh diundur lagi 
Terlajak kata buruk padahnya 
Terlajak perahu masih boleh diundur lagi 
Terlajak kata hilang percaya 
Hilang percaya... 

Bicara Kata : In Team 





"Semakin banyak bicara semakin berpeluang tergelincir niat dan kata, akan semakin jadi dosa, mengeraskan hati, dan menjadikan diri semakin jauh dari Allah."






: Hati-hati bila berbicara, jangan sampai mengundang dosa. Dari berkata yang dusta, lebih baik diam berpahala.






♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Thursday, July 19, 2012

Kesilapan Kerap Dalam Bulan Ramadhan



Assalamualaikum wbt..






‎"Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa." (Al Baqarah:183)

Nabi bersabda : “Bukanlah puasa itu semata-mata meninggalkan makan dan minum tetapi puasa ialah meninggalkan perbuatan sia-sia dan cakap kosong. Jika sesiapa dimaki atau diperbodoh oleh seseorang katakanlah:"Saya berpuasa, saya berpuasa.” 
(Riwayat lbnu Khuzaimah dan lbnu Hibban).

Allahumma ballighna Ramadan. Ya ALLAH, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.



#Ahlan wa sahlan ya Ramadhan ! ♥




: ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna, agar dapat ku lalui dengan sempurna.





♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Tuesday, July 10, 2012

Guide Me All The Way


Assalamualaikum wbt ..







: ahlan wasahlan ya Ramadhan.. 10 hari lagi .. =)





♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Sunday, July 8, 2012

Dakwah Itu Bukan Mudah


Assalamualaikum wbt ..




sungguh, aku terkesan dengan kata-kata Ust Emran Ahmad yang aku retweeted dari Twitter.

nak ajak orang ke arah kebaikan tak semudah A B C dan D. ya, tak semudah itu.
sedangkan Nabi SAW pun mengambil masa bertahun-tahun untuk berdakwah, apalagi kita insan biasa ni.

moga kita terus istiqomah dalam usaha mengajak diri sendiri dan orang lain ke arah yang lebih baik. mohon kepada ALLAH swt agar diberikan kekuatan dan keikhlasan hati dalam meneruskan usaha-usaha ini. insyaALLAH. 



: Ramadhan bakal tiba, beberapa hari lagi =)




♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

Friday, April 27, 2012

a day to go -28 April 2012






gelombang kuning bakal melanda Malaysia, dan seluruh dunia sehari saja lagi..


pengakuan ikhlas : 
sesungguhnya hati ini sedang hebat memberontak untuk pergi.. 
pergi menyertai gelombang kuning. 
tapi apakan daya, niat di hati tak seiring dengan redha ibu bapa.. 
kebetulan clash tarikh dengan ujian medsi.. memang rasa nak nanges sepanjang hari..


nasihat dari seorang sahabat :
awlawiyat .. utamakan yang lebih utama..


kata-kata dari hati :
redha ALLAH terletak pada redha ibu bapa.. 
jangan sesekali buat sesuatu benda yang tidak diiringi dengan redha ibu bapa diatasnya .
baiklah .. ~


- semoga ALLAH merahmati usaha kalian -




♥ .. Thank You, Syukran, Terima Kasih Sudi Lawat Sini .. ♥

copyright by Azwani | Mencari Cinta Teragung